Film Gone : Misteri Lubang Penyekapan di Tengah Hutan

10:30 PM
Film - JILL Conway baru pindah 6 bulan di Portland bersama kakaknya, Molly. Sehari-hari Jill bekerja di sebuah restoran sampai larut malam.


Setahun silam, Jill diculik seorang pembunuh berantai yang meninggalkannya dengan mulut terbekap lakban di sebuah lubang besar di hutan. Dalam lubang penyekapan itu, dia temukan tulang-belulang manusia. Beruntung, saat penculiknya turun ke dalam lubang untuk membunuhnya, Jill berkelit dan berhasil menikamnya dengan sebilah tulang runcing. Memanjat tali terjuntai, gadis itu melarikan diri dari sana.

Polisi yang menyelidiki kasusnya tidak pernah menemukan ada lubang di hutan. Mereka mengira Jill mengalami halusinasi selama beberapa tahun akibat kematian orangtuanya, lalu memutuskan membawanya ke rumah sakit jiwa. Kesimpulan polisi penculikan itu hanya terjadi dalam imajinasi Jill. Kasusnya ditutup.

Suatu hari, sebelum sama-sama pulang dari bekerja di sebuah restoran, temannya Sharon Ames memamerkan uang kepada Jill. Sharon menerima tip besar dari seorang pelanggan murah hati yang bilang akan pindah ke luar kota.

Saat sampai di rumah, Jill mendapati Molly telah menghilang. Menyadari bahwa Molly tidak akan meninggalkan rumah saat dia bekerja, sementara Molly sendiri menghadapi ujian sekolah besoknya, Jill merasa yakin bahwa si penculik yang dulu, kini telah menangkap Molly. Petunjuk awalnya hanya berupa sebelah anting-anting Molly yang ia temukan tergeletak di lantai.

Ke kantor polisi, Jill minta bantuan. “Dia kembali karena aku satu-satunya korban yang selamat,” katanya memberi alasan. Tapi Sersan Powers dan Detektif Erica Lonsdale tidak mengacuhkan, kendati berjanji akan menyelidiki kasus tersebut setelah beberapa hari. Cuma petugas baru, Detektif Peter Hood, yang mengatakan bahwa dia percaya, bahkan sempat memberi Jill kartu namanya, minta dihubungi bila bantuannya dibutuhkan.

Billy, pacar Molly yang diteleponnya, mengaku tidak tahu di mana Molly, malah katanya, Molly juga tidak muncul di kelas saat ujian. Jill kemudian bertanya kepada Conrad tetangganya dan tetangganya itu berkata ada sebuah van, sempat dua kali klaksonnya berbunyi –dengan merek perusahaan kunci tertera di lambungnya– diparkir di depan rumahnya pada tengah malam.

Berbekal secuil informasi kecil dari Conrad, Jill meng-googling perusahaan kunci di laptopnya. Ia temukan alamatnya dan bergegas mencari. Di sana, pemilik perusahaan menyebut, semalam anaknya yang bertugas di kantor. Si anak bilang, satu van mereka disewa seseorang bernama Digger sampai lewat tengah malam. Jill menggeledah van itu, dia temukan tanda terima pembelian perangkat keras dari sebuah toko dan satu gulungan lakban. Ketika pemilik perusahaan dan anaknya berusaha mencegahnya, Jill mengancam mereka dengan mengacungkan pistol.

Si anak tukang kunci melaporkan ulah Jill kepada polisi, dan Letnan Ray Bozeman memerintah Powers dan Lonsdale untuk menangkap Jill karena tidak memiliki izin untuk membawa senjata.

Jill yang hendak ditangkap, pergi ke toko hardware. Ia interogasi kasir sekaligus pemiliknya. Pemilik toko itu tahu nama asli Digger ialah Jim McCoy, bertempat tinggal di sebuah apartemen kumuh lokal yang dijuluki “The Royal Hotel”.

Sementara itu, polisi menemukan mobil Jill di tempat parkir. Petugas pun memburu ke dalam toko. Tapi Jill sudah bergegas melarikan diri dari sana. Dia pergi ke apartemen McCoy. Di sana ia menemukan secarik nota dari restoran tempatnya bekerja.

Lantas, Jill pun mengunjungi Sharon karena teringat rekannya itu pernah bilang tentang seorang pengunjung restoran yang memberi tip memuaskan. Rupanya tamu misterius itu sempat memberi Sharon nomor telepon.

Malam harinya sambil mengendari mobil Sharon yang dipinjamnya, nomor itu dia hubungi. Si penculik mengangkat teleponnya, memerintahkan Jill menyusur hutan. Jauh dalam hutan lebat, akhirnya dia menemukan lubang tempatnya pernah disekap, setahun lalu.

McCoy tiba-tiba muncul dari sebuah ceruk kecil di tepi lubang dan mendorong Jill ke dalam lubang. Niat jahatnya hendak membunuh gadis itu dengan sebilah pisau yang dikikir dari sebilah tulang yang pernah Jill gunakan untuk melarikan diri, setahun lalu.

Berhasilkah Jill melepaskan diri lagi seperti dulu? Bagaimana nasib Molly, kakaknya yang diculik?

Film Gone disutradarai oleh Heitor Dhalia, skenarionya ditulis Allison Burnett. Film Gone diperankan oleh Amanda Seyfried, Jennifer Carpenter, dan Wes Bentley. Di sebuah situs, film ini dapat rating 5,7 dari nilai maksimal 10 oleh sebanyak 14.841 pengguna Metascore dan sudah diulas 137 kritikus.

Hanya ada dua yang ganjil dari film thriller ini. Pertama, tidak ditunjukkan secara agak jelas maupun samar-samar, bagaimana tikaman tulang yang dilakukan Jill saat melarikan diri dari lubang itu kemudian berpengaruh pada punggung si penculik. Padahal detail tersebut setidaknya akan bisa menjelaskan, mengapa gerak si tokoh antagonis akhirnya tidak lincah lagi, sehingga lelaki itu begitu mudahnya diperdaya ketika mereka berhadapan duel kembali.

Kalau tokoh McCoy luput diperhatikan, bisa dimaklumi. Misalnya, apa cara dia menjerat gadis lainnya. Mungkin dengan alasan, film ini hanya terfokus pada si korban yang selamat. Tapi dua keganjilan tersebut setidaknya mengurangi tata artistik dalam film yang banyak bergambar lanskap hutan bagus Portland ini. (review film gone)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »